Senin, 20 Februari 2012

PERIODISASI PERKEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT AWAL INDONESIA


ZAMAN BATU




Zaman Batu adalah zaman ketika manusia menggunakan alat-alat penunjang hidupnya sebagian besar terbuat dari batu.Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:


a.      Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Ciri zaman palaeolithikum :
1.      Alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.
2.      Bergantung pada alam
3.      Kehidupan bersifat nomadem (berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lainnya)
4.      Peradaban food gathering atau pengumpul makanan

Alat-alat zaman palaeolithikum :
  1. Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong)
.

  1. Alat-alat dari tulang dan tanduk binatang.Alat ini berfungsi sebagai alat penusuk,dan tombak


  1. Alat serpih (Flakes), yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
.
Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi Kebudayaan Pacitan dan Ngandong.
Manusia pendukung kebudayaan ini adalah :
  1. Pacitan : Pithecanthropus dan
  2. Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

b.      Zaman Batu Tengah (Mesolithikum)
Ciri zaman Mesolithikum :
1.      Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
2.      Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur).

Alat-alat zaman Mesolithikum :
  1. Kapak genggam (pebble) adalah sejenis kapak genggam yang terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah.Sisi luarnya yang sudah halus tidak diapa-apakan,sedangkan sisi dalamnya (tempat belah) dikerjakan lebih lanjut,sesuai dengan keperluannya.Kapak ini ditemukan di kjokkenmoddinger di sepanjang sungai pantai Sumatra timur laut,diantara Langsa (Aceh) dan Medan (Sumatra utara)

  1. Kapak pendek (hache Courte) adalah sejenis kapak genggam yang bentuknya kira-kira setengah lingkaran dan dibuat dengan memukuli dan memecahkan batu tanpa diasah.
  1. Pipisan (batu-batu penggiling).Pipisan ini digunakan untuk menggiling makanan,menghaluskan cat merah seperti yang terlihat dari bekas-bekasnya.
  1. Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa kulit-kulit siput dan kerang yang telah bertumpuk selama beribu-ribu tahun sehingga menbentuk bukit kecil yang beberapa meter tingginya.Peninggalan budaya ini banyak ditemukan si sepanjang pantai Sumatra timur laut,diantara Langsa (Aceh) dan Medan (Sumatra utara).
  1. Abris sous roche adalah gua-gua yang digunakan sebagai tempat tinggal.Gua tersebut menyerupai ceruk-ceruk didalam batu karang untuk berlindung dari panas dan hujan.

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
  1. Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
  2. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
  3. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua – Melanosoid.

c.       Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Ciri zaman Neolithikum :
1.      Alat-alat tebuat dari batu yang sudah dihaluskan
2.      Telah menganut kepercayaan animisme (kepercayaan kepada makhluk halus dan roh) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda-benda disekitar manusia yang diyakini memiliki kekuatan ghaib).
3.      Tempat tinggal menetap dan bercocok tanam

Alat-alat zaman Neolithikum :
  1. Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  1. Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa (Sulawesi utara).

  1. Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak.kapak lonjong memiliki berbagai ukuran,yaitu yang besar disebut walzenbeil,sedangkan yang kecil disebut kleinbeil.

  1. Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)

Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina)





d.        Zaman batu besa (Megalithikum)
Ciri zaman megalithikum :
1.      Kepercayaan yang berkembang pada masa ini yaitu animisme dan dinamisme.
2.      Pengetahuan sudah meningkat
3.      Bangunan-bangunan terbuat dari batu besar
Alat-alat zaman Megalithikum :
1.      Sarkophagus (keranda) adalah peti bangunan megalith berupa peti mati tempat menyimpan mayat.bentuknya seperti palung atau lesung yang terbuat dari baatu utuh dan diberi penutup.salah satu tempat penemuan sarkophagus adalah Bali.Isinya tulang belulang manusia,barang-narang perunggu dan besi,serta manik-manik.sarkophagus juga ditemukan di Bandowoso,Jawa timur.

2.      Menhir adalah tiang atau tugu terbuat dari batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pujaan.menhir banyak ditemukan di dataran tinggi pasemah (pegunungan antara wilayah Palembang dan Bengkulu),Ngada (Flores),Gunung kidul,Rembang (jawa tengah),Sungai talang koto (Sumatra barat),dan Sulawesi tengah.














3.      Dolmen adalah meja batu berkakikan menhir tempat sesajen dan pemujaan kepada nenek moyang yang berfungsi sebagai penutup sarkophagus atau keranda.Dolmen banyak ditemukan di daerah Besuki,Jawa timur.Dolmen di daerah ini biasa disebut pandhusa.


4.      Kubur batu adalah peti mati yang terbuat dari batu.Keempaat sisinya berdindingkan papan-papan batu.begitu pula alas dan bidang atasnya dari papan batu.Peninggalan  megalith ini banyak ditemukan didaerah Pasemah (Sumatra selatan),Wonosari (Yogyakarta),Cepu (Jawa tengah), dan Cirebon (Jawa barat).


5.    Waruga adalah kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat.Bangunan ini
  terbuat dari batu besar yang utuh.Waruga banyak ditemukan di daerah
  Sulawesi utara dan tengah.





6.      Arca atau patung adalah bangunan yang terbuat dari batu berbentuk binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan menjadi pujaan.Peninggalan megalith ini banyak ditemukan di dataran tinggi Pasemah (pegunungan antara wilayah Palembang dan Bengkulu).




7.      Punden berundak adalah bangunan megalith berupa susunan batu bertingkat sebagai tempat pemujaan terhadap nenek moyang.peninggalan megalith ini antar lain ditemukan di lebak Sibedug,Banten selatan,Leles (Garut),dan kuningan.dlam perkembangan selanjutnya,punden berundak merupakn dasar bagi pembuatan candi,keratin atau bangunan keagamaan lainnya.








ZAMAN LOGAM



Ciri-ciri zaman logam :
1.      Pada zaman ini.manusia sudah mengenal bijih logam dan mengenal teknik peleburan bijih logam
2.      Mengenal teknik-teknik pembuatan alat-alat dari logam.

Zaman logam dibagi menjadi zaman tembaga,zaman perunggu,dan zaman besi.Namum,wilayah Indonesia hanya mengenal zaman perunggu dan zaman besi.

1.      Zaman perunggu adalah masalah dalam perkembangan sebuah peradaban ketika kerajinan logam yang paling maju telah mengembangkan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu.

Alat-alat yang dihasilkan :
a.   Arca perunggu
Arca perunggu banyak diemukan di bangkinag (Sulawesi selatan),Riau,dan Bogor.Bentuknya menampilkan sosok manusia dala posisi tertentu.Ynag menarik arca tersebut di bagian kepalanya diberi tempat untuk mengaitkan tali atau menggantung.



b.   Kapak corong atau kapak sepatu
Kapak corong atau kapak sepatu adalah kapak yang terbuat dari perunggu yang bagian atasnya berbentuk corong.kapak ini digunakan sebagai perkakas,tanda kebesaran dan alat upacara
.










c.    Nekara perunggu
Nekara adalah benda yang terbuat dari perunggu berbentuk seperti dandang yang tertelungkup atau semacan kerumbung yang berpinggang pada bagian tengahnya dan bagian atasnya tertutup.Nekara digunakan pada saat upacara-upacara ritual.


d.   Bejana perunggu
Bejana perunggu sepertiberbentuk seperti periuk,tetapi langsing dan gepeng ditemukn di Kerinci (Sumatra barat) dan Madura.Keduanya memiliki hiasan ukiran yang serupa dan  sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin yang mirip huruf “ j ”.


e.   Perhiasan perunggu
Perhiasan perunggu,antara lain berbentuk gelang,kalung,anting-anting,dan cincin.pada umumnya barang-barang perhiasan tersebut tidak diberi hiasan ukiran.peninggln ini banyak ditemukan di Anyer (Banten),Plawangan dekat Rembang (Jawa tengah),Gilimanuk (Bali),dan Melolo (Sumba).







2.      Zaman Besi adalah suatu tahap perkembangan budaya manusia di mana penggunaan besi untuk pembuatan alat dan senjata sangat dominan. Penggunaan bahan baru ini, di dalam suatu masyarakat sering kali mencakup perubahan praktik pertanian, kepercayaan agama, dan gaya seni, walaupun hal ini tidak selalu terjadi.

Alat-alat yang dihasilkan :
a.   Tombak


b.   Mata panah



c.    Cangkul



d.   Sabit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar